Teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) untuk Keamanan Berkendara
8 Maret, 2025
Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) adalah teknologi yang dirancang untuk meminimalkan kecelakaan akibat faktor kelalaian manusia. ADAS bekerja dengan memberikan peringatan dini atau mengambil alih kendali dalam situasi berbahaya. Manfaat utamanya meliputi penurunan angka kecelakaan melalui deteksi dini potensi bahaya serta pengurangan dampak cedera jika terjadi insiden, sehingga memberikan keamanan dan ketenangan lebih bagi pengemudi di era modern.
Key Summaries
-
ADAS menggunakan sensor canggih dan AI untuk mendeteksi serta merespons potensi bahaya lebih cepat daripada pengemudi.
-
Teknologi ini bekerja secara aktif memberikan peringatan dini hingga intervensi otomatis seperti pengereman darurat untuk mencegah kecelakaan.
-
Implementasi fitur ADAS pada Eksion memastikan keamanan maksimal melalui kendali jarak, lajur, dan mitigasi tabrakan otomatis.
Sekilas Tentang Advanced Driver Assistance System

ADAS adalah sistem yang telah menggabungkan antara standar antarmuka terbaru dan teknologi ini telah menjalankan berbagai algoritma berbasis visi untuk mendukung multimedia yang sifatnya real time. Teknologi ini juga sudah melakukan pemrosesan cerdas dan sudah memiliki subsistem sensor yang canggih.
Sejak dulu memang sudah ada upaya peningkatan keselamatan dalam bidang otomotif seperti airbag, sabuk pengaman tiga titik dan kaca anti pecah. Ketiganya merupakan tindakan keselamatan yang sifatnya pasif untuk meminimalisir cedera saat terjadi kecelakaan lalu lintas.
ADAS system juga sangat aktif dalam meningkatkan standar keselamatan dengan adanya bantuan perangkat yang cerdas, sehingga kecelakaan bisa dikurangi dan cedera pada penumpang bisa diminimalisir.
Dalam mengimplementasikan kamera di kendaraan yang melibatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) baru, tentu sudah menggunakan sebuah sensor untuk mengidentifikasi dan memproses suatu objek. Cara kerja sensor ini sangat mirip dengan informasi proses yang berjalan di otak manusia.
Sensor juga telah menggunakan sejumlah data dengan menggunakan bantuan perangkat lunak untuk mengenali gambar, radar, lidar dan sensor ultrasound. Secara fisik, teknologi ini akan mampu melakukan respon lebih cepat dibandingkan dengan respons yang dilakukan oleh pengemudi.
Sensor itu dapat melakukan analisis video streaming secara real time dan bisa mengenali apapun yang ditampilkan dalam video serta bisa menentukan reaksi terhadapnya.
Video Fitur ADAS yang Bikin Wuling Eksion Nyaman
Fitur-Fitur ADAS yang Telah Diterapkan di Mobil Eksion

Wuling sangatlah menonjolkan berbagai fitur keamanan yang diterapkan untuk meningkatkan standar keselamatan dalam berkendara. ADAS system terbagi dalam empat kategori seperti Automatic Light, Lane Recognition dan Adaptive Cruise.
1. Adaptive Cruise Control (ACC)
ACC akan secara otomatis melakukan penyesuaian antara kecepatan jelajah dengan kecepatan kendaraan yang ada di bagian depan, sehingga bisa menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Sistem ini bekerja menggunakan sensor radar atau kamera untuk membaca kondisi lalu lintas secara real-time. Fitur ini sangat membantu saat berkendara di jalan tol karena dapat mengurangi kelelahan pengemudi dan meminimalkan risiko tabrakan akibat kelalaian menjaga jarak.
2. Bend Cruise Assistance (BCA)
BCA bisa membantu mengurangi kecepatan laju kendaraan secara otomatis, terutama ketika kendaraan memasuki jalan tikungan. Teknologi ini membantu menjaga stabilitas mobil, terutama pada kecepatan tinggi, sehingga pengemudi tetap merasa aman dan nyaman tanpa harus melakukan pengereman manual secara mendadak.
3. Traffic Jam Assistance (TJA)
TJA mampu membantu kendaraan menjaga jarak aman secara otomatis dalam kondisi lalu lintas yang padat atau lancar. Dengan adanya teknologi ini, pengemudi jadi tidak perlu terus-menerus menginjak pedal gas dan rem, sehingga pengalaman berkendara menjadi lebih santai dan aman.
4. Intelligent Cruise Assistance (ICA) & Lane Departure Warning (LDW)
ICA dan LDW akan memberikan peringatan otomatis ketika kendaraan atau mobil keluar dari lajur. Fitur peringatannya dapat berupa suara, getaran, atau bahkan tampilan visual, sehingga pengemudi bisa segera mengoreksi arah kendaraan. Fitur ini jadi sangat cocok digunakan dalam perjalanan jarak jauh karean membantu mengurangi beban konsentrasi pengemudi.
5. Lane Keeping Assistance (LKA)
Berbeda dengan LDW yang hanya memberi peringatan, LKA akan secara otomatis melakukan koreksi arah kemudi untuk kembali ke lajur yang aman atau sesuai. Ini akan menjadi sangat berguna untuk mencegah terjadinya kecelakan akibat keluar jalur, terutama di jalan tol atau bahkan jalan dengan marka yang jelas.
6. Safe Distance Warning (SDW)
SDW akan memberikan peringatan saat mobil yang ada di depan jaraknya terlalu dekat atau di bawah jarak yang aman. Sistem ini membantu pengemudi tetap menjaga jarak aman, sehingga dapat menghindari potensi tabrakan, terutama dalam kondisi lalu lintas yang padat.
7. Forward Collision Warning (FCW)
FCW akan mendeteksi adanya potensi tabrakan di bagian depan dan akan memberikan peringatan dalam bentuk suara dan tampilan secara visual. Rem sekejap pastinya akan disesuaikan dengan tingkat bahaya yang terjadi. Sistem ini biasanya bekerja dengan menggunakan sensor dan kamera untuk memantau objek di depan, lalu memberikan sinyal berupa suara atau visual agar pengemudi dapat segera mengambil tindakan.
8. Automatic Emergency Braking (AEB)
AEB akan bekerja saat pengemudi tidak melakukan respons terhadap peringatan bahaya tabrakan dan sistem AEB akan otomatis melakukan pengereman secara darurat. Ini dapat berguna untuk mengurangi terjadinya risiko kecelakaan serius, terutama apabila dalam situasi mendadak di mana waktu reaksi manusia terbatas.
9. Intelligent Hydraulic Braking Assistance (IHBA)
IHBA akan menyesuaikan dengan besarnya gaya pengereman yang dilakukan secara otomatis sesuai dengan risiko bahaya dan jika gaya injak rem pengemudi tidak mencukupi. Dengan adanya fitur ini, sistem dapat memastikan kendaraan tetap bisa berhenti secara maksimal untuk menghindari terjadinya tabrakan.
10. Collision Mitigation System (CMS)
CMS bekerja sebagai lapisan perlindungan terakhir ketika terjadinya tabrakan dan tidak dapat dihindari oleh pengemudi. CMS bekerja dengan mengurangi kecepatan kendaraan untuk memperkecil keparahan cedera atau kerusakan mobil akibat tabrakan, jadi risiko cedera dan kerusakan dapat diminimalisir.
11. Intelligent Head Beam Assistance (IHMA)
IHMA adalah teknologi yang akan membuat mobil secara otomatis menyesuaikan ketinggian cahaya lampu utama sesuai dengan kondisi pencahayaan di lingkungan sekitar, seperti gelap, terang, atau adanya kendaraan dari arah yang berlawanan. Fitur ini membantu meningkatkan visibilitas tanpa menyilaukan pengemudi lain, sehingga berkendara di malam hari menjadi lebih aman.
Wuling punya informasi menarik yang sayang untuk kamu lewatkan.
Ayo, jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan brosur kami yang informatif.
Itulah bahasan lengkap mengenai teknologi Advanced Driver Assistance System yang sudah tersematkan pada mobil Eksion. Mengendarai Eksion akan membawa perjalanan Anda lebih nyaman ketika menghadapi hambatan di perjalanan atau keadaan tak terduga yang bisa menyebabkan kecelakaan.
Kesimpulan
Kehadiran teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) membawa standar baru dalam keselamatan berkendara di era modern. Dengan kemampuan sensor yang bekerja secara aktif dan responsif, sistem ini terbukti mampu meminimalkan risiko kecelakaan yang sering kali dipicu oleh kelalaian manusia.
Melalui fitur-fitur unggulan seperti yang terdapat pada Wuling Eksion, pengendara kini tidak hanya mendapatkan perlindungan fisik, tetapi juga rasa aman dan kenyamanan yang lebih tinggi di setiap perjalanan. Mengadopsi kendaraan berteknologi ADAS adalah langkah cerdas untuk mendukung mobilitas yang lebih aman bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
FAQ
1. Apa perbedaan antara sistem keselamatan pasif dan ADAS?
Sistem keselamatan pasif (seperti airbag dan sabuk pengaman) bekerja untuk meminimalkan dampak cedera saat kecelakaan terjadi, sedangkan ADAS bekerja secara aktif untuk mencegah terjadinya kecelakaan melalui peringatan dan intervensi otomatis.
2. Apakah pengemudi bisa mengandalkan ADAS sepenuhnya?
Tidak, ADAS dirancang sebagai asisten pengemudi, bukan sistem kemudi otomatis penuh. Pengemudi harus tetap waspada dan menjaga kendali penuh atas kendaraan karena sensor memiliki batasan dalam kondisi cuaca ekstrem atau marka jalan yang rusak.
3. Apa yang dimaksud dengan fitur AEB pada sistem ADAS?
Automatic Emergency Braking (AEB) adalah fitur yang akan melakukan pengereman darurat secara otomatis jika sistem mendeteksi adanya risiko tabrakan di depan dan pengemudi tidak memberikan respons cepat terhadap peringatan yang diberikan.