Seluk-Beluk Baterai Mobil Hybrid: Daya Tahan Hingga Perawatan | Wuling

Auto Tips

Seluk-Beluk Baterai Mobil Hybrid: Daya Tahan Hingga Perawatan

23 Februari, 2026

Image Seluk-Beluk Baterai Mobil Hybrid: Daya Tahan Hingga Perawatan

Mobil hybrid semakin populer sebagai solusi kendaraan hemat bahan bakar sekaligus ramah lingkungan. Berbeda dengan mobil konvensional, mobil hybrid menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik yang ditenagai baterai, sehingga mampu meningkatkan efisiensi energi secara signifikan.

Salah satu komponen terpenting dalam sistem ini adalah baterai hybrid. Baterai berfungsi menyimpan dan menyuplai energi listrik ke motor, serta bekerja secara otomatis selama kendaraan digunakan. Karena perannya krusial, banyak calon pengguna ingin memahami daya tahan, cara kerja, hingga perawatannya agar tetap optimal dalam jangka panjang.

Key Takeaways

  • Baterai adalah jantung mobil hybrid yang menentukan efisiensi dan performa
  • Mayoritas mobil hybrid tidak perlu untuk dicharge manual
  • Umur baterai tergolong panjang (bisa 8-10 tahun)
  • Perawatan sederhana seperti menjaga suhu & kebersihan sangat berpengaruh
  • Penggunaan rutin justru membantu menjaga kesehatan baterai

Pengertian Baterai Mobil Hybrid

Pada mobil hybrid adanya mesin konvensional dan motor listrik sebagai pendukungnya. Begitu pula dengan adanya baterai yang menjadi pemasok daya untuk motor listrik tersebut.

Nah, baterai untuk mobil hybrid biasanya memiliki daya yang lebih kecil dibandingkan dengan baterai dari mobil yang seutuhnya listrik. Seperti baterai pada Wuling New Almaz RS Pro Hybrid yang dibekali dengan baterai Ternary Lithium-ION dengan kapasitas 1.8 kWh.

Karena menjadi salah satu komponen penting, baterai ini didesain agar menjadi baterai dengan yang memiliki daya tahan kuat untuk melewati berbagai kondisi. Baik saat mobil digunakan waktu hujan hingga banjir. Meski sudah didesain agar memiliki daya tahan kuat, namun pengguna tetap harus berhati-hati untuk menghindari kerusakan yang tidak diinginkan.

Cara Mengisi Baterai Mobil Hybrid

Cara Mengisi Baterai Mobil Hybrid

Jenis Hybrid

Cara Pengisian Baterai

Perlu Charge Manual?

Full hybrid Regenerative braking & mesin bensin Tidak 
Mild hybrid Dibantu mesin & sistem kelistrikan Tidak 
Plug-in hybrid Charging eskternal + regenerative braking Ya 

Mengisi daya baterai mobil hybrid memiliki cara yang berbeda-beda. Sampai saat ini ada beberapa jenis mobil hybrid yang cara kerjanya berbeda. Ada yang dapat diisi langsung baterainya seperti mobil listrik, ada pula yang dapat diisi dengan cara kerja dari mesin konvensionalnya. Berikut cara mengisi baterai mobil listrik:

  • Full Hybrid

Mobil full hybrid menggunakan mesin bensin secara penuh, sedangkan motor listrik hanya bekerja saat diperlukan. Full hybrid menggunakan motor listrik untuk menggerakkan mobil ketika melaju di kecepatan rendah. Oleh karena itu, mobil ini sangat efisien dalam mengkonsumsi BBM di jalan yang macet.

Mobil full hybrid akan digerakkan oleh kedua sumber daya secara bersamaan saat berkendara pada kecepatan tinggi. Ketika penggerak roda mengerem, fungsi motor beralih menjadi penghasil listrik. Energi ini kemudian disimpan dalam baterai.

  • Standard Hybrid

Standard hybrid adalah jenis kedua mobil hybrid, yang berbeda dengan full hybrid karena standard hybrid menggunakan mesin bensin dan motor listrik sebagai penggerak.

Mobil hybrid ini beroperasi dengan mengubah energi yang dihasilkan oleh mesin bensin menjadi energi listrik yang berfungsi untuk mengisi baterai. Namun, mesin bensin berfungsi sebagai tenaga penggerak secara penuh saat mobil bergerak dengan kecepatan tinggi.

Saat baterai kekurangan daya saat mobil bergerak dengan kecepatan tinggi, generator mengisi baterai dengan energi dari mesin bensin. Kemudian, saat pengereman generator mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Dengan demikian, ketika mobil berhenti sementara, peralatan elektronik di dalam mobil akan mendapatkan daya dari baterai.

  • Plug-in Hybrid

Jenis ketiga adalah plug-in hybrid. Ini hampir sama dengan mobil hybrid, tetapi memiliki kapasitas baterai yang lebih besar, yang memungkinkannya melakukan perjalanan yang lebih jauh. Mesin bensin mobil ini hanya akan diaktifkan dalam situasi darurat, yaitu ketika baterai mobil habis.

Mobil ini memiliki kemampuan untuk mengisi daya, baik di rumah maupun di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Mesin bensin kurang bekerja karena kapasitas baterai yang lebih besar.

Untuk Wuling New Almaz RS Pro Hybrid sendiri menggunakan sistem standard hybrid dilengkapi Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Sistem ini membantu mobil meneruskan dan membagi daya antara mesin bensin 2.000 cc, motor penggerak 123 hp, serta motor generator 130 kW secara cepat menghasilkan sistem Multi-Mode Hybrid.

Cara Perawatan Baterai Mobil Hybrid

Dalam merawat baterai mobil hybrid tidak terlalu sulit, pemilik mobil hybrid bisa merawatnya dengan cara service secara rutin dan selalu membersihkan baterai mobil hybrid agar terhindar dari debu dan air.

Pasalnya, apabila jarang dibersihkan debu dapat menyebabkan tersumbatnya pendingin dari baterai mobil yang bisa membuatnya cepat panas. Selain itu, air yang terjebak pada lokasi baterai bisa mempercepat terjadinya korosi.

Apakah Mobil Hybrid Perlu Di-Charge?

Tidak semua mobil hybrid perlu untuk melakukan pengecasan secara langsung. Karena mobil hybrid memiliki banyak jenis. Salah satu mobil hybrid yang bisa di-charge adalah mobil hybrid jenis Plug-in Hybrid yang dapat langsung diisi daya di rumah maupun di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Untuk jenis lain seperti mobil hybrid tipe Full Hybrid dan Standard Hybrid dapat melakukan pengisian daya sendiri saat mobil dijalankan. Seperti mesin hybrid pada New Almaz RS Pro Hybrid, yang memiliki mesin mode Series Hybrid, yaitu mesin otomatis mengisi daya baterai.

Demikian ulasan mengenai baterai mobil hybrid yang dapat menambah pengetahuan Anda. Semoga informasi ini dapat menjadi pertimbangan untuk beralih ke mobil yang lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar, seperti mobil hybrid.

FAQ tentang Baterai Mobil Hybrid

1. Apakah baterai mobil hybrid harus sering diganti?

Tidak. Umumnya baterai dirancang tahan hingga bertahun-tahun dan jarang perlu penggantian jika dirawat dengan baik.

2. Apakah mobil hybrid aman digunakan setiap hari?

Aman. Bahkan penggunaan rutin membantu menjaga performa baterai tetap stabil.

3. Apa yang terjadi jika baterai hybrid habis?

Mobil tetap bisa berjalan menggunakan mesin bensin, tergantung sistem hybridnya.

4. Apakah biaya perawatan baterai mahal?

Perawatan rutin relatif terjangkau, tetapi penggantian baterai memang cukup mahal, meski kasus ini jarang terjadi.

5. Apakah mobil hybrid perlu dicharge seperti mobil listrik?

Tidak selalu. Hanya tipe plug-in hybrid yang membutuhkan charging eksternal.

Banner Cortez CT Mobil Keluarga Terbaik