Mengenal Fungsi Steering Column pada Mobil dan Biaya Perawatannya
16 Februari, 2026
Setiap kali Anda memutar setir mobil, ada serangkaian komponen yang bekerja secara presisi di baliknya untuk mengubah arah kendaraan. Salah satu komponen penting tersebut adalah steering column. Meski posisinya tidak terlihat langsung, komponen ini memiliki peran krusial dalam sistem kemudi kendaraan.
Steering column fungsi-nya bukan hanya sebagai penghubung mekanis antara roda kemudi dan roda depan, tetapi juga berperan dalam aspek keselamatan dan kenyamanan berkendara. Dalam artikel ini, Anda akan mengenal lebih jauh tentang pengertian steering column, cara kerjanya, fungsi-fungsi utamanya, serta tips merawat agar tetap dalam kondisi prima. Mari kita mulai pembahasannya.
Pengertian Steering Column
Steering column adalah poros atau batang penghubung antara setir (roda kemudi) dengan sistem kemudi mobil seperti rack and pinion atau steering gear box. Komponen ini menjadi jalur utama bagi pergerakan putaran setir menuju roda kendaraan agar dapat berbelok sesuai keinginan pengemudi.
Tidak hanya itu, di dalam steering column juga terpasang berbagai kabel dan sambungan elektronik yang terhubung ke sistem airbag, kontrol audio, lampu sein, dan fungsi lain yang terletak di sekitar setir. Oleh karena itu, peran steering column tidak sebatas mekanis, tetapi juga mendukung fungsi keselamatan dan hiburan di kendaraan modern.
Fungsi Utama Steering Column

Steering column dapat dibagi menjadi beberapa aspek penting:
1. Meneruskan Gerakan Kemudi
Fungsi paling mendasar dari steering column adalah meneruskan rotasi dari setir ke sistem kemudi yang mengarahkan roda depan mobil. Tanpa komponen ini, perintah arah dari pengemudi tidak dapat dijalankan.
2. Menyediakan Jalur Fitur Elektronik
Komponen ini juga menjadi jalur kabel untuk fungsi-fungsi elektronik yang terpasang di setir, seperti tombol klakson, kontrol wiper, pengatur volume audio, dan saklar lampu sein.
3. Mendukung Sistem Keselamatan
Pada banyak mobil modern, steering column dilengkapi dengan fitur collapsible shaft, yakni poros kemudi yang dirancang untuk patah secara terkontrol saat terjadi tabrakan. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko cedera pada dada dan wajah pengemudi saat terjadi benturan.
4. Mengatur Posisi Kemudi
Beberapa tipe steering column memiliki fitur teleskopik atau tilt steering, yang memungkinkan pengemudi mengatur posisi setir sesuai kenyamanan mengemudi.
Cara Kerja Steering Column
Cara kerja steering column mengikuti prinsip mekanis yang cukup sederhana namun sangat penting. Berikut ini gambaran alurnya:
1. Putaran Setir oleh Pengemudi
Saat Anda memutar roda kemudi, energi gerak tersebut disalurkan ke steering column.
2. Transmisi Gerak ke Sistem Kemudi
Poros pada steering column kemudian meneruskan gerak rotasi ke bagian bawah sistem kemudi, seperti steering gear box atau rack and pinion.
3. Roda Berbelok Sesuai Arah
Gerakan ini kemudian dikonversi menjadi gerakan lateral oleh sistem kemudi, yang pada akhirnya mengubah arah roda depan mobil ke kiri atau kanan.
4. Sinkronisasi dengan Sistem Elektronik
Kabel dan konektor dalam steering column memastikan bahwa fitur-fitur elektronik seperti airbag, klakson, dan kontrol kemudi dapat diaktifkan saat dibutuhkan.
Biaya Perbaikan Steering Column
Biaya storing mobil yang berkaitan dengan perbaikan steering column cukup bervariasi, tergantung jenis kendaraan dan tingkat kerusakannya. Estimasinya sebagai berikut:
- Pengecekan dan pelumasan ringan: Rp300.000 – Rp500.000
- Penggantian komponen bagian dalam (seperti bearing atau joint): Rp800.000 – Rp1.500.000
- Penggantian steering column secara keseluruhan: Rp2.000.000 – Rp4.000.000 atau lebih, tergantung merek dan model mobil
Biaya tersebut dapat meningkat jika terdapat integrasi elektronik atau modul airbag yang juga perlu diganti.
Tips Merawat Steering Column Agar Tetap Prima

Menjaga steering column dalam kondisi optimal sangat penting untuk keselamatan dan kenyamanan berkendara. Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan:
1. Hindari Memutar Setir Saat Mobil Diam
Memutar setir saat kendaraan dalam posisi diam penuh dapat memberikan tekanan berlebih pada komponen steering column. Usahakan sedikit melaju sebelum memutar arah kemudi.
2. Lakukan Pelumasan Berkala
Beberapa bagian steering column, seperti universal joint dan bearing, memerlukan pelumasan agar tidak aus atau berkarat. Pastikan pelumas diganti sesuai rekomendasi bengkel resmi.
3. Periksa Bila Terdengar Bunyi Aneh
Jika terdengar bunyi berdecit, berderak, atau setir terasa berat saat diputar, segera lakukan pemeriksaan. Gejala ini bisa mengindikasikan masalah pada steering column atau komponen lain di sistem kemudi.
4. Jaga dari Air dan Kelembapan
Simpan kendaraan Anda di tempat yang kering. Air yang merembes bisa menyebabkan karat di poros steering column dan memengaruhi kinerja sistem kemudi.
5. Gunakan Cover Setir dengan Benar
Penggunaan cover setir yang tidak sesuai bisa menekan tombol atau kabel di sekitar steering column, mengganggu fungsi elektronik seperti klakson atau airbag.
Kesimpulan
Sebagai bagian krusial dalam sistem kemudi mobil, steering column memegang peranan penting dalam memastikan keamanan, kenyamanan, serta fungsi kendali kendaraan. Dengan memahami steering column fungsi, cara kerja, dan perawatannya, Anda dapat menghindari potensi kerusakan dan pengeluaran besar di masa mendatang.
Pastikan kendaraan Anda dirawat secara berkala dan gunakan komponen kemudi dengan bijak. Jika Anda ingin menjaga nilai dan performa kendaraan dalam jangka panjang, menjaga kondisi steering column adalah salah satu langkah yang tidak boleh diabaikan.