Cara Kerja Sensor TPS pada Mesin Mobil dan Perannya dalam Performa | Wuling

Auto Tips

Cara Kerja Sensor TPS pada Mesin Mobil dan Perannya dalam Performa

17 Februari, 2026

Image Cara Kerja Sensor TPS pada Mesin Mobil dan Perannya dalam Performa

Dalam sistem kendaraan modern, kinerja mesin sangat bergantung pada berbagai sensor elektronik yang bekerja secara simultan. Salah satu sensor yang memiliki peranan penting adalah Throttle Position Sensor atau dikenal sebagai sensor TPS. Meskipun ukurannya kecil, sensor ini memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kestabilan dan efisiensi kerja mesin.

Throttle Position Sensor bertugas memantau seberapa jauh pedal gas ditekan dan mengirimkan informasi tersebut ke Engine Control Unit (ECU). Informasi ini kemudian digunakan untuk menentukan jumlah bahan bakar dan udara yang tepat ke dalam ruang pembakaran. Jika sensor ini mengalami gangguan, performa mesin dapat menurun drastis. Untuk memahami lebih dalam mengenai fungsi sensor TPS, cara kerjanya, serta tanda-tanda kerusakannya, mari simak penjelasan lengkap di bawah ini.

Apa itu Sensor TPS dan Mengapa Penting?

Sensor TPS adalah komponen elektronik yang dipasang pada poros throttle body. Fungsinya adalah mendeteksi sudut bukaan katup gas dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang dikirim ke ECU. Informasi ini sangat krusial untuk menentukan waktu pengapian, volume bahan bakar yang disemprotkan, serta pengaturan transmisi otomatis.

Sensor ini menjadi bagian vital dalam sistem drive-by-wire, di mana tidak ada lagi kabel mekanis antara pedal gas dan throttle, melainkan sepenuhnya dikendalikan oleh sinyal elektronik.

Fungsi Sensor TPS dalam Kendaraan

15. Cara Kerja Sensor TPS pada Mesin Mobil dan Perannya dalam Performa 2 1000x569

Untuk memahami peran penting sensor ini, berikut adalah beberapa fungsi sensor TPS yang mendukung kinerja optimal mesin:

1. Mengatur Rasio Campuran Udara dan Bahan Bakar

Sensor TPS membantu ECU menentukan seberapa banyak bahan bakar yang harus disuntikkan berdasarkan seberapa jauh pedal gas ditekan, sehingga campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih presisi.

2. Menyesuaikan Waktu Pengapian

Sensor TPS juga berperan dalam menentukan waktu pengapian yang tepat. Pengaturan ini penting untuk efisiensi dan tenaga mesin, terutama saat percepatan.

3. Membantu Perpindahan Gigi Otomatis

Pada kendaraan dengan transmisi otomatis, sensor TPS memberikan sinyal penting agar perpindahan gigi terjadi di waktu yang ideal berdasarkan beban dan kecepatan kendaraan.

4. Menstabilkan Putaran Mesin Saat Idle

TPS menjaga putaran mesin tetap stabil ketika kendaraan berhenti atau dalam kondisi diam. Jika sensor ini bermasalah, RPM mesin bisa naik turun tak menentu.

5. Memberikan Respon Akselerasi yang Cepat

Informasi dari sensor TPS memungkinkan sistem merespon dengan cepat terhadap perubahan posisi pedal gas, menghasilkan akselerasi yang halus dan spontan.

Cara Kerja Sensor TPS dalam Sistem Mesin

Sebelum memahami gejala kerusakannya, penting bagi Anda untuk mengetahui cara kerja sensor TPS agar dapat menghargai perannya secara menyeluruh.

1. Mekanisme Kerja Sensor TPS

Sensor TPS bekerja berdasarkan prinsip potensiometer. Saat pengemudi menginjak pedal gas, poros throttle berputar dan mengubah resistansi pada sensor. Perubahan ini menghasilkan sinyal tegangan yang berkisar antara 0 hingga 5 volt, tergantung pada tingkat bukaan throttle.

Tegangan tersebut dikirimkan ke ECU, yang kemudian mengatur volume injeksi bahan bakar, pengapian, dan komponen lain untuk menyesuaikan dengan kebutuhan mesin. Dengan kata lain, cara kerja sensor TPS adalah sebagai pemberi “data real-time” mengenai keinginan pengemudi terhadap akselerasi.

2. Integrasi dengan Sistem Lain

Sensor TPS tidak bekerja sendiri. Ia terintegrasi dengan berbagai sensor lain seperti Manifold Absolute Pressure (MAP), sensor oksigen, dan sensor suhu mesin. Koordinasi yang baik antar sensor ini memungkinkan kendaraan mencapai efisiensi maksimal.

Ciri-Ciri Sensor TPS Rusak dan Dampaknya

15. Cara Kerja Sensor TPS pada Mesin Mobil dan Perannya dalam Performa 3 1000x569

Jika sensor TPS mengalami kerusakan, mesin akan kehilangan akurasi dalam membaca kebutuhan pengemudi. Berikut ini adalah ciri-ciri sensor TPS rusak yang perlu Anda waspadai:

1. Akselerasi Terasa Lambat atau Tidak Responsif

Salah satu gejala paling awal dari kerusakan sensor TPS adalah respon akselerasi yang terasa lambat. Saat Anda menginjak pedal gas, mesin tidak langsung merespons atau responsnya terasa tertunda. Hal ini terjadi karena sensor TPS gagal mengirimkan data bukaan throttle secara akurat ke Engine Control Unit (ECU). Akibatnya, sistem tidak dapat menentukan seberapa banyak bahan bakar dan udara yang perlu dikirim ke ruang pembakaran, sehingga tenaga yang dihasilkan tidak sesuai dengan permintaan pengemudi.

2. Putaran Mesin Tidak Stabil Saat Idle

Sensor TPS yang rusak juga dapat menyebabkan putaran mesin (RPM) tidak stabil, khususnya saat kendaraan dalam kondisi idle atau diam. Anda mungkin akan mendengar suara mesin naik-turun secara tidak menentu, atau merasakan getaran yang tidak wajar. Ketidakakuratan data dari sensor TPS membuat ECU kesulitan mempertahankan idle yang konstan karena pembacaan posisi throttle yang salah.

3. Konsumsi Bahan Bakar Meningkat

Kerusakan pada sensor TPS berdampak langsung pada efisiensi pembakaran bahan bakar. Jika data throttle yang dikirim ke ECU tidak sesuai dengan kenyataan, campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak seimbang, sering kali terlalu kaya (rich mixture). Hal ini menyebabkan pembakaran menjadi tidak optimal dan konsumsi bahan bakar meningkat secara signifikan, meskipun gaya berkendara Anda tidak berubah.

4. Mesin Sering Mati Mendadak

Dalam kondisi yang lebih serius, kerusakan sensor TPS dapat menyebabkan mesin mati mendadak, terutama saat Anda melepaskan pedal gas atau berpindah ke gigi rendah. Hal ini disebabkan oleh sinyal throttle yang tidak konsisten, yang membuat ECU gagal mempertahankan suplai bahan bakar dan udara pada momen-momen krusial. Gangguan ini tentu sangat berbahaya, terutama saat kendaraan berada di tengah lalu lintas atau dalam manuver parkir.

5. Lampu Check Engine Menyala

Lampu Check Engine yang menyala di dashboard sering menjadi indikator awal adanya masalah pada sistem elektronik kendaraan, termasuk pada sensor TPS. ECU yang mendeteksi adanya sinyal tidak normal dari sensor ini akan secara otomatis memicu peringatan tersebut. Untuk memastikan penyebab pastinya, Anda disarankan melakukan pemeriksaan dengan scanner OBD-II di bengkel resmi atau spesialis.

Kesimpulan

Dalam sistem pengelolaan mesin modern, fungsi sensor TPS tidak bisa dianggap sepele. Ia menjadi penghubung penting antara keinginan pengemudi dan respons mesin. Dengan memahami cara kerja sensor TPS serta mengenali ciri-ciri sensor TPS rusak, Anda dapat mencegah potensi masalah yang dapat mengganggu performa kendaraan.

Pastikan sensor ini selalu dalam kondisi optimal melalui pemeriksaan rutin, khususnya jika Anda mulai merasakan gejala-gejala abnormal saat mengemudi. Memahami teknologi kendaraan bukan hanya untuk mekanik, tetapi juga menjadi tanggung jawab pemilik kendaraan yang ingin kendaraannya tetap awet dan efisien.

Banner Cortez CT Mobil Keluarga Terbaik