{"wp_id":21868,"view_template":"template\/single","lang_name":"Bahasa Indonesia","lang_arr":{"en":{"id":8,"order":0,"slug":"en","locale":"en-US","name":"English","url":"https:\/\/www3.wuling.id\/en\/tag\/education\/","flag":"https:\/\/www3.wuling.id\/wp-content\/plugins\/polylang-pro\/vendor\/wpsyntex\/polylang\/flags\/us.png","current_lang":false,"no_translation":false,"classes":["lang-item","lang-item-8","lang-item-en","lang-item-first"]},"id":{"id":11,"order":0,"slug":"id","locale":"id-ID","name":"Bahasa Indonesia","url":"https:\/\/www3.wuling.id\/id\/tag\/edukasi\/","flag":"https:\/\/www3.wuling.id\/wp-content\/plugins\/polylang-pro\/vendor\/wpsyntex\/polylang\/flags\/id.png","current_lang":true,"no_translation":false,"classes":["lang-item","lang-item-11","lang-item-id","current-lang"]}},"lang_attr":"lang=\"id-ID\"","crumbs":{"json":"
Home<\/a> \/ Edukasi<\/span><\/div>","schema":{"@context":"http:\/\/schema.org\/","@type":"BreadcrumbList","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/wuling.id\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Edukasi","item":"https:\/\/wuling.id\/id\/tag\/edukasi\/page\/20"}]}},"wp_title":"Jangan Sembarangan! Pahami Teknik Setengah Kopling yang Benar","wp_content":"

Mengendarai mobil transmisi manual termasuk gampang-gampang sulit untuk dilakukan karena pengemudi harus bisa menyeimbangkan antara gas, rem, dan kopling. Apabila pengemudi tidak bisa menemukan ritme seimbang antara ketiga pedal tersebut, maka mesin mobil bisa mati tiba-tiba. Biasanya, pengemudi mobil manual cenderung kesulitan menyeimbangkan ketiga pedal ini saat harus melalui kondisi jalanan yang menanjak, menurun, atau berkelok-kelok.<\/p>\n

Umumnya, pengemudi melakukan teknik setengah kopling ketika berkendara dengan kecepatan rendah, seperti saat sedang berkendara di jalanan yang curam. Teknik setengah kopling merupakan teknik mengemudi mobil transmisi manual di mana pengemudi menginjak pedal kopling hanya setengahnya saja (tidak diinjak sepenuhnya) agar mobil dikendalikan dengan lebih mudah dan halus. Fungsi teknik setengah kopling salah satunya yaitu untuk menahan mobil agar tidak mundur ketika berhenti di tanjakan, tanpa menginjak rem.<\/p>\n

Dampak Negatif Sering Melakukan Teknik Setengah Kopling<\/h2>\n

Seperti yang telah disebutkan di atas, mengendarai mobil dengan teknik setengah kopling tidak disarankan untuk dilakukan terlalu sering dan terlalu lama. Hal ini dikarenakan teknik setengah kopling dapat boros bahan bakar dan membuat kampas kopling<\/a> jadi cepat aus akibat gesekan yang terjadi antara komponen clutch disc<\/i>.<\/p>\n

Kampas kopling yang aus dapat mengakibatkan mobil seperti kehilangan tenaga. Misalnya, saat melewati tanjakan, mobil tidak kuat untuk melewati tanjakan tersebut meskipun pengendara sudah menginjak pedal gas dengan dalam. Selain itu, dari mesin mobil timbul suara yang keras dan bau gosong timbul akibat gesekan yang terus-menerus pada mesin mobil.<\/p>\n

Meski berdampak negatif, teknik setengah kopling ini sebenarnya boleh saja dilakukan. Asalkan, penggunaannya tepat dan dilakukan dalam kondisi tertentu saja, seperti saat sedang melalui tanjakan.<\/p>\n

\"Cara<\/p>\n

Cara Mengendarai Mobil di Tanjakan dengan Teknik Rem dan Kopling<\/h2>\n

Terdapat beberapa teknik yang bisa dilakukan pengemudi saat mengendarai mobil transmisi manual ketika berada di tanjakan, salah satunya yaitu menginjak pedal rem dan kopling secara bersamaan. Untuk melakukan teknik ini, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:<\/p>\n